Gelora Pemuda
Berbicara tentang
pemuda maka kata yang melekat dan identik adalah semangat yang menyala-nyala,
tapi pertanyaanya, apakah sekarang pemuda I
ndonesia masih mempunyai semangat yang
menyala-nyala ?
secara kejiwaan
pada usia muda sedang mengalami puncak
hamasah (gelora semangat), sehingga ketika pemuda mempunyai keinginan, mereka
akan sangat gigih dalam memperjuangkan, tidak peduli halangan , rintangan dan
resiko akan mereka hadapi, karena yang ada dalam jiwanya adalah bagaimana
mewujudkan apa yang menjadi keinginanya.
Gelora semangat
pemuda akan berdampak positif, jika apa yang menjadi keinginanya adalah
kebaikan, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh pemuda-pemuda indonesia
terhadap bangsa ini.
Sumpah Pemuda
Para pemuda
indonesia ingin sekali memerdekaan negerinya dari tangan penjajah,namun selama
ini upaya yang sudah dilakukan belum menuai keberhasilan karena perjuangan
masih bersifat kedaerahan, maka hal yang pertama dilakukan adalah mulai
mempersatukan organisasi-organisai kepemudaan yang bersifat kedaerahan. Untukmewujudkan
persatuan nasional mereka mengadakan kongres pemuda I, kemudian ditindaklanjuti
pada kongres pemuda II. Pada kongres ll para pemuda berhasilkan rumusan ikrar
yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”, yang berisi satu nusa, satu bangsa
dan satu bahasa. Dengan sumpah pemuda, mereka menjadi satu dan kuat sehingga
bisa menjadi modal untuk mengusir penjajah.
Proklamasi 17 Agustus
Setelah
tersiyar berita kekalahan tentara Jepang oleh sekutu, maka tokoh bangsa mengadakan rapat yang
terdiri dari golongan tua dan golongan muda. Golongan tua menghendaki
proklamasi dilakukan setelah mendapat ijin dari Jepang, semetara golongan muda
menghendaki proklamasi adalah urusan rakyat sendiri sehingga tidak perlu
bergantung pada negara lain. Akhirnya dari rapat tersebut masing-masing
golongan masih dengan pendiriannya, sehingga pada tengah malam golongan muda
mengadakan rapat dan diputuskan menculik Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok
agar tidak terpengaruh oleh jepang dan segera mengumumkan proklamasi
kemerdekaan Indonesia. Akhirnya pada pagi harinya tepat jam 10.00 bangsa Indonesia
mengumumkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Peran pemuda
Setiap jaman akan
berbeda tantangan yang dihadapi, kalau pemuda Indonesia dulu bagaimana
memerdekaan bangsanya dari penjajahan. Sedangkan pemuda sekarang tidak lagi
memerdekakan bangsanya tapi bagaimana mengisi kemerdekaan. Karena kalau bukan pemuda, siapalagi???, berikut hal-hal yang harus dimiliki untuk
mengisi kemerdekaan.
·
Pemuda
Indonesia Harus Cerdas
Negara
kita sebenarnya adalah negara subur tanahnya dan melimpah sumber daya alamnya,
terbukti hampir semua jenis tanaman bisa hidup dan tumbuh ditanah Indonesia, kemudian
perusahaan tambang emas terbesar di dunia juga berada di Indonesia yaitu Freeport.
Tapi kenyataannya, kenapa rakyat indonesia masih dalam jeratankemiskinan? Salah
satu penyebabnya adalah bangsa kita tidak bisa mengelola sumber daya alam yang
ada, sehingga pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan asing, akibatnya negara
kita tidak mendapat penghasilan dari sumber daya alam yang ada. Maka
agar bangsa Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam mengelola diperlukan pemuda pemuda Indonesia yang
cerdas. Dan untuk menjadi pemuda yang cerdas harus belajar kapanpun, dimanapun
dengan siapapun. Bagi pemuda yang ingin cerdas tidak ada waktu untuk bersantai
dan berleha-leha.
·
Pemuda
Indonesia Anti Korupsi
Korupsi di Indonesia sudah menjadi
budaya dikalangan para pejabat,bahkan berdasarkan survei Indonesia menempati
peringkat 3 di kawasan Asia Pasifik, akibatnya Indonesia menjadi negara yang
bangkrut, sungguh ironis memang, negara yang kaya sumber daya alam tetapi
rakyatnya miskin. Dan peran kita sebagai pemuda khususnya pelajar adalah
bagaimana menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dari dini dan dari yang
terkecil, misalnya untuk mendapatkan nilai yang baik atau predikat lulus kita
tidak mencotek, karena ketika masih status pelajar saja berani mencontek maka bagaimana kalau
menjadi pejabat . kita harus menyakini mencontek adalah bentuk perilaku buruk
yang dibenci Allah SWT, karena tidak menghargai proses, tapi mencari jalan
pintas. Selain itu dengan tidak mencontek berarti kita sudah menghargai
kemampuan diri sendiri.
·
Pemuda Indonesia harus berbudi Pekerti
Sejak dari dulu Indonesia dikenal sebagai
bangsa yang menjunjung tinggi budi pekerti atau akhlak, tapi hal itu seakan
sudah hilang dari bangsa kita. Sekarang kebobrokan moral terjadi dimana-mana
dan menjangkiti semua kalangan tak terlepas generasi muda, hal ini bisa dilihat
pada kalangan pelajar yang lebih suka tawuran atau perkelahian dalam
menyelesaikan persoalan. Permasalah demikian harus segera di tanggani dan peran
kita sebagai pemuda kita harus mengedepankan sikap santun, akhlak yang baik dan
musyawarah dalam menyikapi sebuah persoalan. Karena dengan bersikap demikian bangsa kita akan menjadi
bangsa beradap. Dan suatu masyarakat dan bangsa akan disebut sebagai masyarakat
dan bangsa yang maju manakala memiliki peradaban yang tinggi dan akhlak yang
mulia, meskipun dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi masih sangat
sederhana. Sedangkan pada masyarakat dan bangsa yang meskipun kehidupannya
dijalani dengan teknologi yang modern dan canggih, tapi tidak memiliki
peradaban atau akhlak yang mulia, maka masyarakat dan bangsa itu disebut
sebagai masyarakat dan bangsa yang terbelakang dan tidak menggapai kemajuan.
Potret/gambaran
pemuda saat ini adalah cerminan pemimpin indonesia pada 20/25 tahun yang akan
datang. Sehingga nasib bangsa ini kelak ada pada tanggan pemuda, kalau pemuda
saat ini memiliki kecerdasan maka kelak sumberdaya
alam indonesia akan dapat dikelola dengan baik sehingga akan mensejahterakan
rakyat, jika pemuda saat ini memiliki sikap kejujuran makakelak itu akan menjadi modal untuk menjadi pemimpin
yang amanah, dan jika pemuda saat itu menjunjung tinggi karakter yang luhur
maka kelak bangsa ini akan menjadi bangsa yang beradap. Wahai pemuda indonesia
kobarkan semanggat juangmu untuk memperbaiki bangsa ini karena bangsa kita
merindukan pahlawan-pahlawan yang mampu mengisi kemerdeka, dan itu ada dipundak
kalian, para pemuda. ( By : Ustad Sri Widodo, S.Pd )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar